PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT UNTUK PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI KAWASAN GUNUNG TILU

Authors

  • Dedi UNIVERSITAS KUNINGAN Author
  • Nina Herlina Universitas Kuningan Author
  • Yayan Hendrayana Universitas Kuningan Author

DOI:

https://doi.org/10.25134/cwrwwn77

Keywords:

Tumbuhan Obat, Gunung Tilu, Ekonomi, Masyarakat

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan tanaman obat di daerah Gunung Tilu, yang terletak di perbatasan Kabupaten Kuningan (Jawa Barat) dan Kabupaten Brebes (Jawa Tengah), yang dikenal dengan keanekaragaman hayatinya yang tinggi dan penggunaan tanaman obat tradisional yang telah lama dilakukan oleh masyarakat setempat. Meskipun tanaman obat semakin disukai karena dianggap aman, terjangkau, dan memiliki efek samping minimal dibandingkan dengan obat-obatan kimia, potensinya belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada masyarakat di Desa Cimara, Desa Jabranti, dan Desa Capar, dengan tujuan mengidentifikasi spesies tanaman obat yang memiliki nilai ekonomi dan menilai manfaat kesehatan dan ekonominya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposif dan snowball. Pengumpulan data melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan anggota masyarakat, pemimpin lokal, dan pelaku usaha, serta dokumentasi lapangan. Validitas data dipastikan melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian naratif dan tabular, serta verifikasi berulang terhadap kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 31 spesies tanaman obat dimanfaatkan oleh masyarakat; namun, hanya enam spesies yang memiliki nilai ekonomi dan diperdagangkan secara komersial. Spesies tersebut meliputi cubeb (Piper cubeba), patchouli (Pogostemon cablin), jahe Jawa (Curcuma xanthorrhiza), jahe putih (Curcuma zedoaria), kunyit (Curcuma domestica), dan kayu rapet (Parameria laevigata). Di antara spesies tersebut, cubeb memiliki nilai ekonomi tertinggi, mencapai Rp 150.000 per kilogram. Metode pengolahan masih tradisional, terutama melibatkan pemotongan dan pengeringan bagian tanaman. Studi ini mengidentifikasi kendala utama seperti akses pasar yang terbatas, keterampilan pengolahan pasca panen yang tidak memadai, dan jumlah pelaku usaha lokal yang rendah. Kesimpulannya, meskipun Gunung Tilu memiliki potensi tanaman obat yang besar, kontribusinya terhadap pendapatan lokal masih terbatas. Oleh karena itu, peningkatan penyuluhan, pelatihan, pengembangan usaha, dan perluasan pasar direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiyasa, M. R., & Meiyanti, M. (2021). Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. Jurnal Biomedika Dan Kesehatan, 4(3), 130–138. https://doi.org/10.18051/jbiomedkes.2021.Vol,4. No.3. September 2021.130-138

Affandi, N. N. (2019). Kelor Tanaman Ajaib Untuk Kehidupan Yang Lebih Sehat. Vol, 5. (1). (2023). p-ISSN 2715-6311. e-ISSN 2775-4375

Agustina, Ferdinand, O. P. (2024). Manfaat Daun Kumis Kucing Untuk Penyakit Nyeri Kemih. Vol,3. No. 11, Juli 2024

Akbar Maulana, & Ramadhan, M. A. (2019). Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kualitas Lingkungan Hidup Di Provinsi Pulau Sumatra. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14.

Al-Hamdani, A., Jayasuriya, H., Pathare, P. B., & Al-Attabi, Z. (2022). Drying Characteristics and Quality Analysis of Medicinal Herbs Dried by an Indirect Solar Dryer. Foods, 11(24). https://doi.org/10.3390/foods11244103

Anufia, Budur, and T. A. (2019). Instrumen pengumpulan data. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 6(1), 51–66.

Asigbaase, M., Adusu, D., Anaba, L., Abugre, S., Kang-Milung, S., Acheamfour, S. A., Adamu, I., & Ackah, D. K. (2023). Conservation and economic benefits of medicinal plants: Insights from forest-fringe communities of Southwestern Ghana. Trees, Forests and People, 14(November), 100462. https://doi.org/10.1016/j.tfp.2023.100462

Astutik, S., Ahimbisibwe, V., Hintz, K. S., Purwanto, P., & Humaedi, M. A. (2025). Medicinal Plant Production System Management in Rural Java, Indonesia: Views of Local Actors from a Participatory Rural Appraisal Approach. Forest and Society. Vol, 9 (1), 20–4, Juni 2025. https://doi.org/10.24259/fs.v9i1.31352

Atrie Cahya Ramdhani, Indra Topik Maulana, & Kiki Mulkiya Yuliawati. (2022). Studi Aktivitas Farmakologi Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) terhadap Beberapa Penyakit Kronis. Bandung Conference Series: Pharmacy, 2(2), 82–88. https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2.3465

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI). (2023). Klasifikasi Obat Tradisional di Indonesia. https://istanaumkm.pom.go.id/regulasi/obat-tradisional/label-obat-tradisional

Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Kuningan. (n.d.). Bplhd Kawasan Gunung Tilu. https://kuningankab.go.id/home/kawasan-gunung-tilu/

Badan Pusat Statistik Indonesia. (n.d.). Ekspor Tanaman Obat, Aromatik, dan Rempah-Rempah menurut Negara Tujuan Utama, 2012-2024. Retrieved September 8, 2025, from https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MjAxOSMx/ekspor-tanaman-obat--aromatik--dan-rempah-rempah-menurut-negara-tujuan-utama--2012-2023.html

Barus, S. H., Hamidah, S., & Satriadi, T. (2019). Uji Fitokimia Senyawa Aktif Tumbuhan Manggarsih (Parameria Laevigata (Juss) Moldenke) Dari Hutan Alam Desa Malinau Loksado Dan Hasil Budidaya Eksitu Banjarbaru. Jurnal Sylva Scienteae, Vol, 02. No.3, Juni 2019. ISSN 510–518.

Bunga, C. D., Rianawati, L., Azizah, B. R., Yuliastuti, F., & Lutfiyati, H. (2025). Studi Etnomedisin : Analisa Potensi Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional di Desa Tempurejo. 11(1), 91–109. e-ISSN: 2598-9979.

Dirhamsyah, T. (2021). Buku Saku Tanaman Obat Warisan Tradisi Nusantara Untuk Kesejahteraan Rakyat. In Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Vol. 8, Issue 8).

Downloads

Published

01/17/2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT UNTUK PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI KAWASAN GUNUNG TILU (Dedi, N. Herlina, & Y. Hendrayana , Trans.). (2026). Wana Raksa, 19(2), 29-52. https://doi.org/10.25134/cwrwwn77

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)